Showing posts with label Gempa bumi. Show all posts
Showing posts with label Gempa bumi. Show all posts

07 November 2010

Apa ada dengan tarikh 26 haribulan?


Ada banyak perkara yang kebetulan, ada banyak perkara yang dirancang, ada banyak perkara yang ketika dikaji kaitkan oleh orang yang rajin mencatit dan mencari kebetulan itu membawa kepada satu fenomena yang misteri.. pun, ada ketikannya bila misteri itu berkaitan dengan alam dan PenciptaNYA, ia mungkin satu kebenaran yang kebetulan...

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berAKAL" - Al-Imran 190

Bencana Tahun 1500-2000:

26 Jan 1531 - gempa bumi di Lisbon, Portugal, 30.000 orang maut
26 Jan 1700 - gempa di Laut Pasifik, dari Vancouver Island, Southwest Canada off British Columbia hingga Northern California, Pacific Northwest,USA. Dikenal sebagai megathrust earthquake.
26 Jul 1805 - gempa bumi di Naples, Calabria, Italy, 26.000 orang maut
26 Aug 1883 - Gunung Krakatau meletus, 36.000 orang diperkirakan maut
26 Dec 1861 - gempa bumi di Egion, Yunani
26 Mar 1872 - gempa bumi di Owens Valley, USA
26 Aug 1896 - gempa bumi di Skeid, Land, Islandia
26 Nov 1902 - gempa bumi di Bohemia, sekarang Czech Republic
26 Nov 1930 - gempa bumi di Izu
26 Sep 1932 - gempa bumi di Ierissos, Yunani
26 Dec 1932 - gempa bumi di Kansu, Cina, 70.000 orang maut
26 Okt 1935 - gempa bumi di Colombia
26 Dec 1939 - gempa bumi di Erzincan, Turki, 41.000 orang maut
26 Nov 1943 - gempa di Tosya Ladik, Turki
26 Dec 1949 - gempa bumi di Imaichi, Jepun
26 Mei 1957 - gempa di Bolu Abant, Turki
26 Mar 1963 - gempa bumi di Wakasa Bay, Jepang
26 Jul 1963 - gempa bumi di Skopje, Yugoslavia, 1.000 orang maut
26 Mei 1964 - gempa bumi di S. Sandwich Island
26 Jul 1967 - gempa bumi di Pulumur, Turki
26 Sep 1970 - gempa bumi di Bahia Solano, Colombia
26 Jul 1971 - gempa bumi di Solomon Island
26 Apr 1972 - gempa bumi di Ezine, Turki
26 Mei 1975 - gempa bumi di N. Atlantic
26 Mar 1977 - gempa bumi di Palu, Turki
26 Dec 1979 - gempa bumi di Carlisle, Inggris
26 Apr 1981 - gempa bumi di Westmorland, USA
26 Mei 1983 - gempa bumi di Nihonkai, Chubu, Jepun
26 Jan 1985 - gempa bumi di Mendoza, Argentina
26 Jan 1986 - gempa bumi di Tres Pinos, USA
26 Apr 1992 - gempa bumi di Cape Mendocino, California, USA
26 Okt 1997 - gempa bumi di Italia

Tahun 2000 - kini

Tsunami di Aceh tanggal 26 Desember'04

Gempa Jogja 26 Mei 2006

Tasik gempa 26 Jun 2010

Tsunami Mentawai 26 Oktober 2010

Merapi Meletus 26 Oktober 2010

Eemmm kenapa ye dengan tarikh 26?

Dalam Al-Quran, ada juzuk ke 26 , ia adalah Surah Asy Syu'ara'. Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.

dalam surah ini ia menekankan tentang

#Keimanan: Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul- rasul-Nya dan keselamatan mereka.

#Hukum-hukum: Keharusan memenuhi takaran dan timbangan;

dan yang paling penting adalah kisah-kisah pengajaran tentang

kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun;
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya;
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya;
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya (Tsamud);
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya (Ad),
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya;
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan penduduk Aikah.

# kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk-petunjuk agama;

ia mungkin sekadar kebetulan namun terdapat banyak ingatan dan pengajaran yang boleh kita ambil darinya...kenapa tidak?




Share/Bookmark


Nak duit lebih? Jom jana pendapatan. KLIK SINI

29 October 2010

Indonesia tsunami deaths near 400

Tents and tarpaulin have been delivered to provide temporary shelter to survivors, but new storms have made it hard for small boats to deliver supplies to outlying areas [AFP]

At least 397 people have been confirmed dead after a tsunami triggered by a powerful earthquake hit Indonesia's western Mentawai Islands earlier this week, but officials say the death toll could be much higher.

Harmensyah, the head of the West Sumatra provincial disaster management centre, said on Friday that rescue teams "believe many, many of the bodies were swept to sea".

Bodies have also been found buried on beaches and even stuck in trees across the islands.

More than 400 people are believed to be still missing after three-metre high waves battered the small group of islands, about 280km to the northwest of Sumatra, on Monday.

"Of those missing people, we think two-thirds of them are probably dead, either swept out to sea or buried in the sand," Ade Edward, a local disaster management official, said on Thursday. "When we flew over the area ... we saw many bodies. Heads and legs were sticking out of the sand, some of them were in the trees. If we add another 200 to the toll it would be at least 543 dead."

Rescue efforts hampered by weather

Bad weather that continues to hang over the western coast has made it hard for relief workers to ferry aid such as tents, medicine, food and water to the islands by boat from the nearest port of Padang, which is more than half a day away even in the best conditions.

Al Jazeera's Wayne Hay, the only international television journalist on the islands, visited the village of Mantai Barubaru, where 74 houses, two schools and a church were swept away.

The government, he said, had already begun to deliver disaster relief supplies to the village, a corner of which has now been turned into a collective grave for victims, but strong winds and heavy rain are lashing the area.

Our correspondent reported on Saturday that the weather is hampering efforts by small boats to deliver supplies to outlying areas.

The village residents who are driving the boats told Hay the rain makes it hard to see the debris that now peppers the shallow water, thanks to the tsunami surge.

Almost 13,000 people are living in makeshift camps on the islands after their homes were swept away.

Indonesia has dispatched troops and at least five warships to the region, but there is believed to be a need for more helicopters to reach the most isolated communities, some of which lack roads and wireless communications.

Broken alarm system

As the magnitude of the disaster became clear, many began asking whether an expensive warning system - established after the massive 2004 Asian tsunami, which killed at least 168,000 people in Indonesia alone - had failed.

Tsunami survivors have said they had almost no warning that the wall of water was bearing down on them, despite a sophisticated network of alarm buoys off the Sumatran coast.

While an official tsunami warning was apparently issued just after the 7.7-magnitude quake, it either came too late or did not reach the communities in most danger.

"There are suggestions that, in fact, the [early warning system] has never worked properly since 2004," our correspondent said.

One survivor, Borinte, a 32-year-old farmer, said the wave slammed into his community on North Pagai island only 10 minutes after residents had felt the quake.

"About 10 minutes after the quake we heard a loud, thunderous sound. We went outside and saw the wave coming. We tried to run away to higher ground, but the wave was much quicker than us," he told the AFP news agency on Wednesday.

He said he managed to stay alive by clasping to a piece of wood. His wife and three children were killed.

Indonesia straddles a region where the meeting of continental plates causes high seismic activity. It has the world's largest number of active volcanoes and is shaken by thousands of earthquakes every year.

A 7.6-magnitude earthquake last year in Padang killed about 1,100 people, triggered by a 9.3-magnitude quake along the same fault line that caused the 2004 Asian tsunami.






Share/Bookmark


Nak duit lebih? Jom jana pendapatan. KLIK SINI

28 October 2010

Indonesia bergelut dua bencana

  • Foto
    SUKARELAWAN mengusung mayat mangsa letupan Gunung Merapi di Kinahrejo, Yogyakarta, Indonesia.




















282 mati kejadian tsunami dan gempa bumi; 28 maut gunung berapi

JAKARTA: Indonesia bertungkus-lumus menangani tiga bencana alam sekali gus semalam dengan usaha membantu mangsa terselamat dan mencari mayat mangsa tsunami di kepulauan Mentawai dan mereka yang tertimbus dalam debu muntahan lahar Gunung Merapi di Jawa Tengah.

Kelmarin, Gunung Merapi di Jawa Tengah meletus dan memuntahkan lahar dan debu beracun, menyebabkan sekurang-kurangnya 28 orang terbunuh.

Pesawat dan helikopter yang membawa pekerja penyelamat dan bekalan bantuan mendarat buat kali pertama semalam di kawasan terpencil di kepulauan Mentawai yang dilanda gelombang besar setinggi hingga tiga meter, menghanyutkan kampung, menyebabkan sekurang-kurangnya 282 orang terbunuh dan 411 lagi masih hilang.

Pasukan menyelamat yang menjalankan kerja mencari melihat kawasan luas yang ditenggelami air, manakala rumah roboh dilanda gelombang besar.

Dua hari selepas gempa bumi dengan kekuatan 7.7 mencetuskan gelombang tsunami, angka kematian semakin meningkat ketika penyelamat yang berdepan pelbagai kesukaran, akhirnya berjaya tiba di kepulauan Mentawai yang paling hampir dengan pusat gempa dan paling teruk terjejas.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memendekkan lawatan beliau ke Vietnam dan kembali ke tanah air bagi menangani bencana besar yang melanda dalam tempoh 24 jam.
“Saya mahu memastikan usaha menghulurkan bantuan kecemasan dapat dijalankan dengan lancar. Saya mahu melihat sendiri keadaan mangsa,” kata Susilo kepada wartawan di Hanoi.

Semalam, pegawai pengurusan bencana, Ade Edward berkata angka kematian gempa bumi dan tsunami dianggarkan 282 orang manakala 412 orang masing hilang.
Beliau berkata penyelamat yang tiba semalam menerima maklumat terbaru angka kematian daripada ketua kampung.

Gempa bumi dan letusan gunung berapi berlaku di kawasan yang berada pada kedudukan dikenali Lingkaran Api Pasifik yang kerap terbabit dengan gempa bumi dan letusan gunung berapi menganjur dari Hemisfera Barat melalui Jepun dan Asia Tenggara.

Ombak besar dan cuaca buruk menjejaskan operasi bantuan menyebabkan penduduk terpaksa melindungi diri sendiri.

Ketua daerah, Edison Salelo Baja berkata, tanpa tenaga yang cukup untuk menggali kubur, banyak mayat kini terbiar dan bergelimpangan di pantai serta di tepi jalan raya.

Beliau berkata pesawat kargo pertama dengan muatan 16 tan khemah, ubat, makanan dan pakaian tiba tengah hari semalam. Empat helikopter juga mendarat di Sikakap, sebuah bandar di pulau Pagai yang dijadikan pusat operasi bantuan.

“Akhirnya cuaca buruk berakhir. Kini kami berpeluang mencari mangsa terselamat dari pesawat dan dapat membaut anggaran kerosakan akibat bencana alam ini,” katanya.

Sementara itu, pegawai bencana meneruskan usaha untuk tiba di berpuluh kampung di kepulauan Mentawai, sebuah destinasi pelancongan popular yang memerlukan 12 jam perjalanan menggunakan bot.

Bagaimanapun, ketua pusat krisis Kementerian Kesihatan Mujiharto berkata, beratus-ratus beg mayat sudah dihantar ke kawasan itu berikutan lebih banyak mayat dijangka ditemui.


Source: Berita Harian




Share/Bookmark


Nak duit lebih? Jom jana pendapatan. KLIK SINI

previous home
Related Posts with Thumbnails